KARYA
ILMIAH LINGKUNGAN BISNIS
“Wisata Desa Setulang”
Di Susun Oleh :
Nama : Franklin
Nim : 15.12.8725
Kelas : S1-SI-06
STMIK AMIKOM YOGYAKARTA
2016
Di desa itu, penduduk dari komunitas dayak Kenyah Oma’ Lung hidup dengan mengandalkan Sumber Daya Alam yang berada di sekitar mereka. Salah satunya dengan aktivitas berburu binatang dan berladang. Selain itu penduduk yang datang antara 1968-1975 ini juga mempertahankan kondisi Tanah Adat (Tana Olen) supaya mereka bisa menikmati air bersih untuk kebutuhan sehari-hari.
Menuju ke desa wisata ini para pengunjung yang bertolak dari Malinau Kota membutuhkan waktu sekitar 1 jam lamanya.
Setibanya di Desa Setulang para pengunjung dipersilakan untuk menginap di rumah warga sekitar untuk bisa menyaksikan kehidupan sehari-hari si empunya rumah dan para penduduk desa lainnya. Mulai dari menjemur padi atau kopi di depan rumah, warga yang akan dan pulang berburu di hutan, pengrajin rotan pembuat anjat, tikar, serta pengrajin Mandau (senjata k
has dayak) dan juga pembuat seraung (topi khas dayak) bisa dijumpai, ditambah dengan asrinya lingkungan desa yang dikelilingi hutan alam.
Tak hanya sampai di situ keindahan arsitektur balai adat Adjang Lideng, lumbung-lumbung padi di puncak bukit, ukiran kayu di setiap pintu gerbang, perahu panjang, kuburan masyarakat dayak Kenyah Uma’ Lung, serta beragam tari-tarian tradisional seperti tari tunggal dan tari perang yang diiringi alunan musik tradisional sampeq menjadi sajian hiburan tersendiri bagi para wisatawan yang datang. Menikmati suasana malam di desa ini juga tak kalah mengasyikkan. Para pengunjung dapat berdiskusi dengan masyarakat tentang sejarah dan budaya bersama dengan warga desa.(*)
Tak hanya sampai di situ keindahan arsitektur balai adat Adjang Lideng, lumbung-lumbung padi di puncak bukit, ukiran kayu di setiap pintu gerbang, perahu panjang, kuburan masyarakat dayak Kenyah Uma’ Lung, serta beragam tari-tarian tradisional seperti tari tunggal dan tari perang yang diiringi alunan musik tradisional sampeq menjadi sajian hiburan tersendiri bagi para wisatawan yang datang. Menikmati suasana malam di desa ini juga tak kalah mengasyikkan. Para pengunjung dapat berdiskusi dengan masyarakat tentang sejarah dan budaya bersama dengan warga desa.(*)
Referensi : http://beritakaltara.com/?p=10
atau kunjungi : https://www.youtube.com/watch?v=wOHh93mI_7g

Tidak ada komentar:
Posting Komentar